Rabu, 28 Juli 2010

pandangan agama terhadap pelatihan otak tengah

Menyingkap Pandangan 'Agama' Terhadap Pelatihan OTAK TENGAH

Menyingkap Pandangan ‘Agama’ Terhadap Pelatihan OTAK TENGAH

Perkembangan Pelatihan Otak Tengah (Midbrain) meski baru dalam hitungan bulan di Indonesia mendapatkan banyak tanggapan dari berbagai kalangan. Ada yang menanggapi positif dan tentunya juga ada yang negatif. Wajar saja, barang baru dimana saja pasti mendapatkan sorotan tajam. Kalangan agamawan pun dituntut untuk menyampaikan secara obyektif terkait hal ini.

Masyarakat semakin diresahkan dengan beredarnya pesan-pesan singkat yang disebarkan secara tidak bertanggung jawab oleh pihak-pihak yang tentunya tidak mau bertanggung jawab pula. Tentunya hal ini harus dihadapi dengan kepala dingin dan justru menuntut para orang tua lebih banyak mencari informasi sebaik mungkin.

Bulan Februari 2010 ini, saya mendapatkan pesan via blackberry yang menginformasikan sebagai beriku (Setidaknya bisa menjadi info bagi masyarakat terkait dengan tidak bertanggungjawabnya penyebar info ini, karena memang tidak menyebutkan secara terus terang siapa yang mengirim serta sumbernya):

“Sbg..info..:Mohon anda sebagai orang tua berhati-hati; karena organisasi inimengincar masa depan anak kita; krn di DENPASAR, MADIUN, SURABAYA dan YOGYA sdh banyak yang tergiur”.

“Mrk sedang melakukan promosi besar2an dengan kata2: AKTIVSI MIDBRAIN / OTAK TENGAH yang secara ilmiah dapat diterima dengan akal, serta pernah disiarkan di: RCTI & METRO TV; ditawarkan kepada para orang tua yang memiliki anak usia 5 – 15 tahanu sbb:
1. Dengan membayar 3,5 juta anak kita akan diaktifkan otak tengahnya selama 2 hari?@ 6 jam dalam ruangan tertutup (orang tua tdk boleh masuk)
2. Setelah proses 2 hari mereka dapat membaca dan beraktivitas dengan mata tertutup?hanya dalam waktu 2 hari.
3. Mereka memakai istilah “Blind Fold Reading Method”

“Namun berdasarkan data-data kesaksian, informasi, penelitian yang kami dapatkan; pengaktifan dlm ruangan tertutup selama 2 hari tersebut memakai sistem sebagai berikut:

“HIPNOTIS/HIPNOSIS/TERAPI GELOMBANG OTAK; yang secara keseluruhan memakai sistem yang sama namun diilmiahkan. Karena hipnotis sekarang dapat dilakukan tanpa memakai PENDULUM (bisa memakai musik & alat digital)”.

“Informasi lainnya; apabila mencatut nama anak2 hamba Tuhan, seperti: anak Pdt. Petru Agung, anak Pdt. Arifin (bethany), serta lainnya; hal tersebut adalah kebohongan semata… Karena berdasarkan cross check langsung, mereka menyatakan TIDAK MENYETUJUI bisnis ini”.

“Karena sangat BERBAHAYA..!! Kita tdk tau kuasa apa yg ditransfer melalui proses hipnotis tsb. Dan tentunya tidaklah ada manfaatnya untuk anak kita yg memiliki panca indera penglihatan yg sempurna untuk melakukan aktivitas dg mata tertutup.. Jgn bahayakan anak2 kita..!”


Peran empat pihak sangat sulit dipisahkan dalam memperbaiki proses belajar dan pendidikan negeri ini. Empat pihak tersebut adalah Orang tua, Anak, Para pendidik (guru) dan Pemerintah. Tentunya kita semua yang merasa menjadi salah satu dari empat pihak tersebut, haruslah berusaha untuk terbuka dan belajar terhadap setiap pembelajaran dari mana pun sumbernya (tentunya yang dipandang positif/baik untuk bangsa ini).

Jepang yang telah 40 tahun menggunakan metode ini tidak ribut dan justru menghasilkan SDM yang handal, bahkan sekarang menjadi salah satu negara kaya di dunia. Demikian juga China, Malaysia dan Singapura yang telah memakai metode ini lebih awal dari Indonesia, sehingga pertumbuhan pendidikan disana cukup pesat.

Beberapa pekan yang lalu, saya berhasil shilaturrahim ke rumah master franchise license GMC Indonesia dan disambut dengan sapa senyum renyahnya. Salah satu info dari beliau adalah, sudah pernah ada Pendeta di daerah tertentu di Indonesia (mohon maaf saya tidak menyebutkannya, bila ingin tahu detail bisa komunikasi langsung dengan beliau krn beliau mudah sekali dihubungi) mengajak ketemu karena ingin tahu kepastian metode yang digunakan dalam pelatihan aktivasi otak tengah. Setelah masuk kelas dan dibuktikan dengan menyertakan pendeta tersebut masuk ruang aktivasi, disimpulkan tidak ada satu metode pun yang merusak akhlak atau pun bertentangan dengan nilai-nilai agama.

Bila para orang tua hadir pada acara “One Day International Seminar” yang diselenggarakan pada hari Senin, 29 maret 2010 di St.Moritz Ballrom lantai 5 Jakarta Barat, maka akan berkesimpulan lain.

Acara yang mengambil tema “Mengungkap Rahasia Otak untuk Meningkatkan Intelegensia” di buka oleh Menteri Kesehatan RI ibu dr.Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, DR.PH dan Wakil Menteri Pendidikan Nasional RI bapak Prof.dr.Fasli Jalal, Ph.D. Peserta seminar ini adalah Neurosains, Ahli Bedah Otak, Ahli Saraf, Psikolog, Psikiater, Pendidik, Eksekutif, Perintah, Pelajar, Mahasiswa dan Orang tua. Setidaknya ada sekitar 500 peserta memenuhi ruangan tersebut.

Para Ahli datang dari dalam maupun luar negeri mengisi acara tersebut. Pertanyaan paling banyak diajukan oleh para peserta adalah peran otak tengah dalam pengembangan kecerdasan anak. Dengan dasar pengetahuan yang semua pihak mengakui, karena mereka rata-rata lebih dari 10 tahun praktek langsung berpesan dalam pengembangan Neurosains, menyampaikan dan menjawab setiap pertanyaan dengan lugas serta jelas.

Otak tengah atau midbrain adalah hal yang biasa dalam dunia mereka karena memang itu ada sebagai bagian yang melengkapi organ tubuh manusia. Jadi jangan dipungkiri keberadaannya. Masalah metode untuk pelatihan aktivasi otak tengah, disambut positif karena berperan mengoptimalkan fungsi saraf untuk proses pendidikan.

Bila pembaca ingin lebih lengkap terkait info acara tersebut bisa tanya langsung kepada penyelenggaranya (Universitas Pelita Harapan).

Sumber : http://aespee.wordpress.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar